Rekrutmen prediktif berbasis data.
Didukung oleh penelitian ilmiah.
Temukan job fit dan culture fit dalam kandidat
dengan teknologi asesmen psychometric terkini.
Mulailah rekrut talent yang tepat dan benar-benar sesuai dengan perusahaan Anda.

Panduan Lengkap
Psikotes Kepribadian Untuk Rekrutmen

Baca

Rekrutmen Itu Sulit

Tidak Termotivasi

Tingkat keterlibatan
dan komitmen rendah.

Tidak Cocok

Karyawan merasa ada di
karier yang salah.

Turnover Tinggi

Karyawan akan keluar dalam
12 bulan.
Sumber: Badan Pusat Statistik, Tempo, Kompas (2017), Michael Page Employee Intentions Report Indonesia (2015), Global Employee Engagement Index (2018)

Bagaimana Dreamtalent Perusahaan Anda?

Menemukan Talent yang Tepat
Kenali kandidat dengan pasti dari sisi job fit and culture fit dengan perusahaan, dan pilih yang terbaik dengan penuh keyakinan.
Pembelajaran & Pengembangan
Ketahui kelebihan dan kekurangan setiap karyawan, dan cara mengembangkan keterampilan mereka.
Asesmen Tanpa Bias
Percaya pada data. Wawancara yang diperkuat dengan asesmen ilmiah dan objektif yang lebih akurat.
People Provider
Tentukan syarat dan kebutuhan perusahaan Anda, dan kami akan menemukan talent yang tepat sesuai kebutuhan anda.
Culture Fit = Kualitas Kandidat
Retensi

Top 3 Faktor

Budaya adalah alasan ke-3 karyawan tetap
loyal.
Turnover

58%

Akan kerja untuk kompetitor
jika budaya lebih baik.
Sumber: Michael Page (2015), Speakap (2019)
Baca lebih lanjut tentang pentingnya budaya kerja di artikel blog kami.

Apa Budaya Perusahaan Anda?

Ambisius

Kompetitif Performa
Pencapaian
Kepemimpinan
Tegas
Strategy
Dominasi

Inovatif

Kreatif Adaptif
Ambil Risiko
Kepemimpinan
Visioner
Strategy
Perubahan

Komunitas

Perkembangan Kekeluargaan
Loyalitas
Kepemimpinan
Mendidik
Strategy
Pemberdayaan

Sistematik

Efisien Stabil
Prosedur
Kepemimpinan
Koordinasi
Strategy
Kesempurnaan
Buat rekrutmen + asesmen lebih akurat dan mudah dengan

Dreamtalent untuk company

know yourself

Rekrut Yang Cocok

  • Filter kandidat dan fokus pada talent dengan potensi untuk kinerja terbaik di pekerjaan.
  • Temukan talent yang tepat untuk budaya perusahaan anda.
know yourself

Bangun Tim Yang Kuat

  • Analisis kepribadian karyawan dan bangun tim yang sinergis dan kompatibel.
  • Tempatkan orang pada peran yang ideal berdasarkan kepribadian dan gaya berpikir untuk tim yang efektif.
know yourself

Raih Banyak Talent

  • Raih talent yang berkualitas dari universitas partner kami.
  • Kustomisasi lowongan pekerjaan dengan syarat spesifik, hingga trait kepribadian.

Dreamtalent Fitur Utama

Asesmen Kepribadian Psychometric, tanpa bias

Pekerjakan sesuai job fit dan culture fit

Applicant tracking system + job portal

Analisis kepribadian dengan kecanggihan AI

Puluhan tahun penelitian dan pengembangan. Sudah kami lakukan untuk Perusahaan Anda.

Dreamtalent dikembangkan oleh tim ahli psikologi kami dengan lebih dari 10 tahun pengalaman di bidang psikologi industri-organisasi.
Dari studi literatur hingga berbagai tes statistik, penelitian dan pengembangan kami telah berjalan selama beberapa tahun untuk memastikan bahwa asesmen tes kepribadian Dreamtalent adalah yang terbaik dalam validitas, reliabilitas, dan kapasitas prediktif.
Metric Selected Frameworks
Kepribadian Big Five (OCEAN)
Inteligensi Cattell-Horn-Carroll + lainnya
Nilai Kerja Super’s Work Values Inventory (R) + lainnya
Minat Kerja RIASEC + lainnya

Latest Updates

Stop Menggunakan MBTI & DISC, Ada yang Lebih Baik
MBTI, DISC, dan OCEAN. Alat tes psikologis mana yang paling baik untuk rekrutmen? Merekrut orang yang salah bisa menjadi masalah - secara finansial dan dalam budaya kerja - jadi penting untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Tapi yang mana yang sebenarnya bisa membantu perusahaan anda menemukan talent yang cocok?
Awas Corporate Stockholm Syndrome
Dalam perampokan bank yang gagal, seorang kriminal mengambil empat orang sandera. Mereka ditahan selama hampir seminggu, diancam dengan senjata dan diperlakukan dengan kasar. Setelah mereka dibebaskan polisi dan kriminal berdiri di pengadilan, keempat sandera malah ingin membela penyandera mereka dan bahkan galang dana untuk biaya hukumnya. Ini terjadi di Stockholm, 1973 dan keanehannya mendorong para ahli psikologi untuk memberi nama Stockholm syndrome.
Mengapa Butuh Assessment Untuk Rekrutmen?
Jika kita bisa membaca pikiran, rekrutmen dapat menjadi jauh lebih mudah. Kita dapat mengetahui seberapa besar pengetahuan yang dimiliki kandidat, jika mereka menyusun resume dengan jujur, dan jika mereka benar-benar ingin berkomitmen dalam karier atau ingin pindah setelah setahun.