Blog

Apa Itu Fresh Graduate Syndrome?

- 12 Oct 2021 by Fuji Ulya Nurrahmi.

Summary. Banyak fresh graduate yang merasakan berbagai perasaan negatif ketika tidak segera mendapatkan pekerjaan. Istilah fresh graduate syndrome digunakan untuk menggambarkan situasi tersebut. Artikel ini menjelaskan pengertian fresh graduate syndrome, ciri-cirinya, penyebabnya, dan tips untuk bisa melaluinya.

Expectations. Setelah membaca artikel ini, kamu, seorang fresh graduate, akan mengerti bahwa berbagai perasaan negatif yang dirasakan setelah lulus kuliah adalah valid dan kamu tidak merasakannya seorang diri.


Foto seorang perempuan fresh graduate menggunakan toga setelah wisuda dengan pose yang menunjukkan bahwa ia mempertanyakan, "setelah ini, apa?"


Seumur hidup, kamu terbiasa langsung memiliki tujuan setelah lulus sekolah. Lulus SD ke SMP, lulus SMP ke SMA, dan lulus SMA ke kuliah. Namun, lulus kuliah adalah sebuah hal baru yang sangat berbeda. Kamu menjadi bingung, insecure, dan timbul berbagai perasaan negatif lainnya. Jika merasa demikian, kemungkinan besar kamu sedang mengalami fresh graduate syndrome.


Jadi, Apa Itu Fresh Graduate Syndrome?


Fresh graduate syndrome adalah kondisi stres yang kamu rasakan ketika baru lulus kuliah. Setelah segala perayaan kelulusan telah selesai, kamu tiba-tiba merasakan hal-hal ini.

  • Takut atau bahkan merasa sedih jika memikirkan masa depan
  • Pola tidur berantakan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Menarik diri dari pergaulan
  • Hingga merenungi mengapa kamu merasakan perasaan negatif ini saat kamu baru saja mencapai salah satu pencapaian terbesar dalam hidup

Kondisi di atas adalah sesuatu yang wajar dirasakan oleh seorang fresh graduate. Pada situasi ini, kamu menyadari bahwa berhasil mencapai sesuatu yang besar juga ternyata bisa menjadi kekecewaan saat langkah-langkah kehidupan selanjutnya belum tergambar dengan jelas.

Profesional kesehatan mental mengakui bahwa banyak fresh graduate mengalami anxiety atau depresi selama transisi besar dari mahasiswa menjadi pekerja.

Di West Virginia University, Dr. Bernard Lushkin menyebutkan bahwa berbagai reaksi stres yang muncul terhadap suatu perubahan sebagai Post Commencement Stress Disorder atau PCSD

Meskipun bukan diagnosis resmi, tapi istilah ini cukup membantu untuk mengenali gejala stres yang dialami oleh para fresh graduate yang sedang berada dalam transisi menuju perubahan besar. Jadi, dapat dikatakan bahwa syndrome yang dialami oleh fresh graduate adalah PCSD.


Ciri-Ciri Fresh Graduate Syndrome


Foto kucing yang terlihat bersedih digunakan dalam artikel ini untuk menggambarkan ciri-ciri PCSD atau fresh graduate syndromeFoto kucing yang terlihat bersedih digunakan dalam artikel ini untuk menggambarkan ciri-ciri PCSD atau fresh graduate syndrome


Adapun ciri-ciri PCSD menurut Lushkin adalah sebagai berikut.

  • Merasa terus-menerus khawatir dan takut tentang masa depan
  • Merasa kurang didukung
  • Merasa gagal jika tidak segera mendapatkan pekerjaan
  • Mengalami sesak napas, detak jantung cepat, atau gemetar saat istirahat
  • Merasa tidak berdaya
  • Sulit tidur dan mudah marah
  • Tidak ingin keluar atau bersosialisasi atau menarik diri dari dari aktivitas normal sehari-hari

Apabila saat membaca ciri-ciri di atas kamu seperti melihat dirimu sendiri, selamat! Akhirnya kamu tahu bahwa kamu tidak pernah sendirian. Ternyata ada banyak orang yang mengalaminya.

Ciri-ciri tersebut mungkin selama ini hanya kamu rasakan sendiri karena kamu menganggap orang lain tidak akan mengerti, bahkan mungkin kamu pun tidak mengerti kondisi ini sebelumnya.

Dengan mengetahui kondisi yang kamu alami sekarang, kamu sudah selangkah lebih maju untuk segera mencari solusi agar segera melewati fase fresh graduate syndrome ini.


Penyebab Fresh Graduate Syndrome


Meme Jackie Chan yang merepresentasikan ekspresi bertanya-tanya, dalam konteks ini bertanya penyebab fresh graduate syndrome


Setelah lulus kuliah, kamu akan memulai sesuatu yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Kata “mulai” juga mengandung harapan untuk awal babak kehidupan baru yang akan segera kamu tempuh.

Untuk fresh graduate, harapan tersebut adalah bisa sukses dalam dunia kerja. Harapan ini tidak hanya datang dari dirimu sendiri, tapi juga merupakan harapan keluarga dan orang-orang di sekitarmu.

Akhirnya, harapan itu juga secara tidak langsung menjadi semacam tolok ukur kesuksesan yang membuatmu takut akan kegagalan apabila tidak segera mencapainya.

Saat sudah berbulan-bulan berlalu dan belum juga mendapatkan pekerjaan, kamu menjadi putus asa dan malu karena merasa tidak mampu untuk mendapatkan pekerjaan berbekal gelar yang kamu miliki.

Selain itu, masih dalam situasi pandemi seperti sekarang juga memicu lebih banyak stres dan ketidakpastian. Oleh karena itu, kamu bisa mencoba untuk menemukan kompas dalam hidupmu. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan kenali dirimu sendiri melalui Dreamtalent, misalnya. 


Dengan menemukan diri sendiri, kamu tidak akan terlalu tersesat dalam ketidakpastian ini.


Tips untuk Melalui Fase Fresh Graduate Syndrome


Foto ini adalah tokoh Ryan Howard dalam serial The Office yang sedang mencatat. Dalam artikel ini digunakan dengan tujuan agar pembaca mencatat tips untuk bisa melewati fase fresh graduate syndrome

Catat ya guys <3


1. Menerima Kenyataan

Menerima adalah langkah awal untuk bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. Dengan menerima dan sadar bahwa kamu sedang mengalami fresh graduate syndrome, kamu akan berupaya untuk mengatasi hal ini.

Adapun upaya yang bisa kamu lakukan dalam masa transisi dari mahasiswa menjadi pekerja yang membuatmu stres ini adalah dengan hal-hal berikut.

  • Mulai untuk mengenali kelebihan yang bisa kamu lakukan untuk bekerja
  • Kenali kelemahan yang dimiliki untuk kamu improve
  • Cari tahu minat kariermu ke depannya

Melakukan psikotes online seperti di Dreamtalent juga akan membantumu mendapatkan jawaban untuk tiga hal di atas yang akan membuatmu semakin mengenali dirimu sendiri dalam situasi ini.


2. Rayakan Pencapaianmu

Salah satu dampak dari fresh graduate syndrome adalah membuat seolah pencapaianmu tidak ada yang berguna. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa menuliskan hal-hal yang kamu banggakan dalam hidupmu baik itu hal-hal personal maupun profesional.

Agar lebih bersifat jangka panjang, kamu bisa menuliskan hal-hal yang sudah kamu capai dan hal-hal yang akan kamu capai. Lakukan ini secara berkala. Kemudian, baca daftar tersebut setiap kali kamu mulai meragukan dirimu sendiri lagi.


3. Kelilingi Dirimu dengan Orang-Orang yang Supportive

Jangan ragu untuk minta tolong kepada orang-orang yang kamu anggap bisa membuatmu bersemangat lagi. Mereka akan dengan senang hati mengingatkanmu bahwa kamu adalah seseorang yang luar biasa. 

Bahkan, obrolan ringan pun terkadang bisa menyadarkanmu pada sesuatu yang bisa membangkitkan dan menumbuhkan harapanmu lagi. Dengan begitu, kamu akan menjadi seseorang yang lebih optimis dan berangsur-angsur pulih dari perasaan-perasaan negatif itu.


This Too Shall Pass.


Yes, this too shall pass. Sama seperti kesulitan-kesulitanmu yang berhasil kamu lewati sebelum ini, fase fresh graduate syndrome ini juga akan segera berlalu. 


Percayalah, kamu akan segera mendapatkan pekerjaan impianmu.


Apabila kamu merasa bingung harus melakukan apa saat menunggu hal itu tiba, kamu juga bisa membaca tips-tips untuk mengatasi kebingunganmu di artikel ini.