Blog

Tidak Ada yang Namanya Introvert dan Extrovert

- 07 Oct 2019 by System
Apakah kamu menganggap diri sendiri sebagai seorang introvert atau extrovert? Jika jawabannya ya, berarti kamu salah. Extraversion memang sebuah trait kepribadian, namun konsepnya begitu sering salah dimengerti. Di artikel ini, kita akan membenarkan kesalahpahaman tentang introvert-extrovert, dari arti extraversion hingga perannya dalam kepribadianmu.

Sebenarnya, apa itu extraversion?


Kebanyakan orang mengira extraversion hanyalah sebatas orang yang pemalu atau suka bersosialisasi. Walaupun itu adalah salah satu elemennya, extraversion sendiri adalah lebih dari sekadar apabila kamu lebih suka sendirian atau bersama-sama.

Extraversion adalah bagaimana interaksi sosial mempengaruhi energimu. Orang yang extroverted merasa semangat saat berinteraksi dengan orang lain, sementara yang introverted akan merasa lelah jika tidak mendapatkan cukup waktu sendirian. Inipun menentukan seberapa banyak kamu mencari stimulasi dengan orang lain — aspek extraversion yang paling diketahui oleh orang.

Extraversion adalah tentang energi sosialmu.

Lalu, apa artinya?


Pertama, mari kita mulai dengan membahas sains di balik konsep ini. Saat berbicara tentang extraversion, kebanyakan orang membayangkannya seperti ini:

Extraversion, or any other personality trait, is not binary.

Sebenarnya, extraversion lebih mirip seperti ini:

Extraversion in Dreamtalent, showing a spectrum based on the OCEAN or Big Five model.

Seperti segalanya di dalam OCEAN, extraversion diukur sebagai sebuah spektrum. Kita semua berada di suatu tempat di tengah, namun tidak pernah di ujung. Inilah mengapa kita bilang seseorang itu introverted (cenderung introvert) atau extroverted (cenderung extrovert), dan tidak pernah sebagai introvert atau extrovert murni.

Apa salahnya dengan introvert/extrovert murni?


Coba kita bayangkan. Extrovert murni hanya bisa mendapatkan energinya dari interaksi sosial, dan akan langsung kehilangan semua energi itu saat sendirian. Mereka mungkin akan depresi setiap kali harus mandi.

Sama halnya dengan introvert murni yang hanya dapat beristirahat di isolasi total dan akan kehilangan semua energi pada interaksi sosial sekecil apapun. Mereka akan depresi setiap kali pesan makanan.

Introvert dan extrovert murni bukan hanya tidak realistic, tapi juga… tidak normal. Carl Kung, seorang figur penting di psikologi, berkata bahwa mereka patut berada di rumah sakit jiwa.

There is no such thing as a pure introvert or extrovert. Such a person would be in the lunatic asylum. (Carl Jung)

The pilot, astronaut-to-be Sgt. Mike Ferris screaming "where is everybody?" from the pilot of Twilight Zone, "Where is Everybody?", Season 1 Episode 1, 1959.
Extrovert murni setiap kali ditinggal.

Menyederhanakan extraversion sebagai konsep hitam-putih yang biner juga tidak akurat. Alaminya, kita mempunyai kedua kecenderungan extroverted and introverted di dalam kepribadian kita. Yang membuat beda hanyalah sisi mana yang kita lebih mendekati.

Kamu mungkin introverted, tapi bukan artinya kamu bisa hidup terpencil selamanya. Seseorang mungkin suka berkumpul dan punya 10.000 teman, tapi dia akan tetap butuh waktu pribadi. Menjadi lebih introverted juga berarti kurang extroverted, tapi tetap mempunyai aspek dari kedua sisi.

Kalau seseorang bukan pemalu, apakah masih bisa dibilang intorverted?


Seperti yang sudah dibahas, extraversion itu lebih dari hanya karakteristik “pemalu”. Dimensi kepribadian ini adalah jauh lebih dalam dan rumit dan mempunyai 6 trait berbeda.

1. Kebersamaan


Inilah yang dimaksud kebanyakan orang saat berbicara tentang extraversion. Kebersamaan menjelaskan bagaimana energimu bereaksi saat berada di dalam kerumunan atau di pusat perhatian. Nilai yang tinggi di sini berarti kamu lebih suka rame-rame, sementara nilai yang rendah artinya kamu merasa lebih berenergi menghabiskan waktu sendirian.

2. Aktivitas


Aktivitas menjelaskan kecepatan dan lingkup aktivitas dimana kamu merasa nyaman. Mereka dengan nilai tinggi suka kehidupan yang cepat dan penuh kesibukan, dimana yang bernilai rendah lebih nyaman dengan hidup yang santai.

What's your personality in the Activity trait in the Big Five or OCEAN under Extraversion? Chilling or hustling? Taken from Dreamtalent in the Dreamaxtion account @dreamaxtion.id
Check out our Instagram! @dreamaxtion.id

3. Ketegasan


Ketegasan adalah trait yang menentukan kecenderungan untuk menjadi pemimpin dan mengarahkan orang lain menuju tujuan yang kamu inginkan. Nilai yang tinggi berarti kamu lebih suka menjadi pemimpin, sementara nilai rendah berarti kamu lebih senang membiarkan orang lain di depan.

4. Sensasi


Sensasi adalah kecenderungan (dan toleransi) pada tingkat stimulasi tinggi untuk mencapai kesenangan, yang termasuk mengambil risiko. Nilai yang tinggi berarti kamu butuh stimulasi yang “ekstrem”, sementara nilai rendah berarti kamu lebih nyaman dengan hiburan dan aktivitas yang biasa saja.

Can you feel it Mr. Krabs? From that Spongebob Squarepants episode where Patrick and Spongebob and Mr. Krabs thought they were doing cool things.
Real thrill seekers.

5. Keceriaan


Keceriaan menentukan seberapa seringnya kamu biasanya merasakan emosi positif, seperti merasa gembira atau menganggap hal lucu, dan juga seberapa sering kamu membagi mood positif ini dengan orang lain — dengan kata lain, good vibes.

Ini bukan artinya orang dengan nilai rendah selalu sedih, namun hanya lebih serius dan tidak sering bercanda.

6. Keramahan


Salah satu trait yang paling populer dalam extraversion, keramahan adalah kecenderungan untuk menjadi ramah dan hangat pada orang yang baru kenal, atau seberapa kamu ingin membuka diri pada orang baru dan mengenal satu sama lain dengan cepat.

Kebenaran Tentang Extraversion


Extraversion adalah sebuah spektrum, bukan pilihan biner. Tidak akurat untuk melabeli seseorang hanya sebagai introvert atau extrovert saja. Kamu unik karena kepribadianmu unik, dan karena itu extraversion seharusnya dijelaskan seperti esai, bukan hanya pertanyaan pilihan ganda.