Blog

Cara Membangun Online Presence

- 11 Oct 2019 by System

Internet adalah lahan saingan baru untuk para jobseeker. 70% dari perusahaan menggunakan media sosial untuk menyaring kandidat, dan 57% memutuskan untuk tidak mempekerjakan seseorang karena sesuatu yang mereka katakan online. Dan jika kamu tidak online sama sekali, kamu akan kurang mungkin dipanggil untuk interview.

Tapi perusahaan tidak hanya mencari kesalahan. Online presence yang dibangun dengan baik, terlihat profesional, dan menunjukkan kemampuan dan pengalaman akan membantumu untuk mendapatkan interview.

Jadi bagaimana caranya agar kamu dapat bertahan setelah di-Google oleh perusahaan dan menggunakannya untuk membantumu? Berikut ini adalah 8 cara untuk membangun online presence yang kuat dan profesional.

1. Buat akun LinkedIn

LinkedIn adalah bahan utama dalam membuat online presence yang profesional. Jika kamu belum punya, silahkan buat akun sekarang. Jika kamu sudah/akan mempunyai karier, kamu harus memiliki akun LinkedIn — ini berarti semua orang: karyawan, murid, dan terutama jobseeker.

Walaupun sering dibilang “Facebook untuk karier,” LinkedIn itu bukan Facebook. Inilah dimana para CEO dan recruiter berkeliaran, jadi jika menurutmu sesuatu tidak pantas untuk dikatakan di depan mereka, jangan di-post. Apa yang kamu post di LinkedIn harus memperkuat citra profesionalmu, jadi tinggalkan lelucon dan meme di Facebook saja.


Jangan jadi seperti dia.

Akun LinkedIn-mu juga jangan dibiarkan kosong. Sisihkan waktu untuk mengisi informasi, pendidikan, pengalaman, keterampilan, etc. Akun LinkedIn yang baik dan lengkap dapat memperkuat, jika tidak mengganti, resume kertas.

2. Jauhkan dari hal pribadi

Walaupun kamu bisa menjadikan profil Facebook-mu menjadi profesional, tidak ada yang mengharuskan. Tidak ada salahnya untuk menikmati media sosial untuk kegiatan sosial, tapi pastikan bahwa hal pribadi tidak disebarkan untuk publik.

Saat melihat kandidat online, perusahaan juga bisa melihat profil Facebook-mu dimana bisa saja ada hal-hal yang tidak ingin kamu tunjukkan saat mencari pekerjaan. Ini bukan artinya kamu dilarang bersenang-senang, tapi pastikan profil atau post tersebut tetap privat, bukan publik.

Ini tidak hanya berguna secara profesional, namun juga untuk kendali privasi secara umum, karena kamu tidak mau informasimu tersedia terlalu publik. Dengan cara ini, kamu masih bisa berbagi dan bersosialisasi dengan orang yang kamu tujukan dan memisahkan kehidupan personal dan profesional.

3. Gunakan Twitter

Sebenarnya, apa sih Twitter? Selain tempat untuk mengeluh, lelucon, dan berita, akun Twitter yang profesional dapat berguna sebagai platform networking yang ringan jika digunakan dengan tepat.

Dimaksudkan untuk posting pendek, Twitter adalah pusat berita pendek dan komunikasi cepat, yang membuatnya mudah untuk mulai berinteraksi dengan komunitas yang relevan dengan industrimu. Cari pemimpin industri dan orang dengan minat yang sama denganmu untuk di-follow (kamu bisa menggunakan TweetDeck untuk ini).

Cukup mulai dengan retweet atau reply posting yang menarik bagimu. Mulai diskusi dan tukar ide. Tweet pikiranmu tentang berita atau pengalamanmu mengikuti event atau konferensi baru-baru ini, lempar ide dan bagi pengalaman.

Menggunakan Twitter dengan cara ini dapat meningkatkan citra profesional, namun kegunaannya yang terbaik adalah networking dan berinteraksi dengan pemimpin, orang yang cerdas, dan ide baru.

4. Gunakan gambar profil yang sesuai

Ini berguna untuk LinkedIn, portofolio, website-mu, dan media profesional lainnya. Foto profilmu harus memperlihatkan kamu dengan jelas dan secara profesional. Bukan kamu dengan kucing kesayangan atau dengan teman-teman saat makan-makan — hanya kamu. Dan tentunya juga jangan dikosongkan.


Apakah Anda seorang mobil?

Ini berarti foto dengan pakaian (semi) formal, wajah jelas, ekspresi yang bersahabat, dan berfokus pada kamu. Orang-orang ingin melihat siapa yang akan connect dengan mereka, terutama dalam interaksi profesional. Foto yang tidak profesional hanya akan menghambatmu.

Gambar profilmu harus dapat memudahkan orang mengenali kamu dan memberikan aura profesional. Jika kamu ada niat untuk mengambil gambar yang bagus dan sesuai, maka kamu kemungkinan ada niat serius tentang lamaran pekerjaanmu.

Lalu, pastikan foto kamu konsisten di antara platform. Lebih mudah untuk mengenalmu jika kamu punya foto yang sama di LinkedIn, Twitter, dan lainnya.

5. Simpan portofolio

Sebuah portofolio adalah dimana kamu memamerkan hasil kerja dan proyek, dan harus dimiliki terutama untuk para profesional kreatif. Ini sangat berguna untuk menyokong claim dalam resume dan menyediakan bukti langsung akan keterampilanmu untuk mengesankan recruiter.

Jika kamu penulis, buat blog. Jika kamu designer, jadilah aktif di Dribbble dan Behance. Musisi? SoundCloud dan Bandcamp adalah untukmu. Profesional yang di luar bidang kreatif juga dapat dan disarankan untuk mempunyai portofolio — ada Gitlab untuk para developer, dan Quora dan StackExchange berguna untuk semua bidang.

6. Buat website sendiri

Walaupun ada banyak website gratis untuk kebutuhan portofolio spesifik, lebih baik lagi untuk membangun website sendiri dari nol. Akan lebih mengesankan untuk pergi ke namakamu.com dan ini adalah satu cara lain untuk developer web membuktikan kemampuan mereka.


Alex Tew membayar biaya kuliahnya dengan mebangun website sendiri.

Membuat website sendiri tidak sesulit yang dikira, dan banyak video tutorial untuk pemula. Bahkan jika kamu bukan berada dalam bidang teknologi, web development adalah keterampilan yang sangat berharga. WordPress adalah pilihan yang populer karena mudahnya kustomisasi.

7. Mulai menulis

Seperti portofolio, menulis tidak hanya terbatas untuk penulis saja. Tulis artikel untuk mengekspresikan ide dan berbagi pikiran, dan berinteraksi dengan orang di industrimu. Ada banyak website yang dapat membantu tulisanmu mendapatkan banyak bacaan, seperti Medium. Kalau kamu cukup terkemuka, kamu juga bisa mempostingnya di blog kamu.

Menulis bisa dalam bentuk membuat post panjang di LinkedIn hingga kolom di koran. Ini adalah cara bagus untuk menunjukkan kemampuan di dalam bidangmu dan agar namamu lebih dikenal di luar.

9. Hubungkan semua profilmu

Setelah membangun profil yang sesuai dalam berbagai platform, waktunya untuk menghubungkan mereka dan memperkuat online presence-mu secara menyeluruh. Cantumkan website dan portofolio di dalam profil LinkedIn. Saat mencetak artikel, hubungkan kembali dengan akun di LinkedIn dan Twitter, etc.

Digabung dengan foto profil yang konsisten (dan profesional), menhubungkan semua profilmu akan membuatmu lebih mudah dicari dan memperkuat citra profesional, sehingga membuatmu lebih marketable.

Hati-hati digital footprint

Internet tidak pernah lupa. Semua dan segala yang kamu post tidak akan benar-benar dihapus, jadi pikir dua kali sebelum memposting sesuatu yang dapat melukaimu nanti. Ini lebih penting ketika mencari pekerjaan saat perusahaan akan mencari namamu di Google, tapi ini tetap juga penting di kehidupan sehari-hari.

DELET THIS

Selain itu, menggunakan online presence dengan baik sangatlah berguna untuk membantumu mencari pekerjaan dan dalam karier umumnya. Saat recruiter mencari lamamu online dan menemukan bukti bahwa kamu adalah kandidat yang sesuai, bahkan pertanyaan tersulit dalam interview dapat dilewati dengan mudah.