Blog

Kira-Kira, Seberapa Akurat Hasil Psikotes Online?

Psychometrics - 02 Sep 2022 by Nabila Bila

Summary. Memasuki awal pandemi, psikotes online banyak dilakukan. Ada 3 jenis psikotes online yaitu Enneagram, MBTI, dan Big Five. Tetapi Big Five adalah yang paling akurat karena disampaikan secara deskriptif dan dinilai berdasarkan kecenderungan individu.

Expectations. Setelah membaca artikel ini, kamu dapat mengetahui seberapa akurat hasil psikotes online pada beberapa website yang pernah kamu kerjakan.

 

Psikotes adalah salah satu proses dalam rekrutmen, ini berguna untuk menilai kepribadian kandidat seberapa besar kecocokannya dengan perusahaan. Setiap perusahaan berbeda-beda dalam menggunakan metode psikotes berbasis online, ada yang menggunakan metode Enneagram, MBTI, atau Big Five.

 

Bicara soal psikotes online, ini menjadi lebih marak digunakan sejak awal pandemi 2019, akan tetapi masih banyak keraguan akan akurasi hasilnya. Seberapa akurat hasil yang keluar dari suatu website atau platform psikotes? Yuk simak artikel di bawah untuk mendapatkan jawaban dari keraguanmu!

Apa itu psikotes?

Psikotes itu sendiri merupakan penilaian perilaku pada manusia. Awalnya psikotes dilakukan oleh para ahli psikiater untuk mendiagnosis kesehatan mental, sehingga bisa mengetahui langkah apa yang harus diambil guna menyembuhkan penyakit psikis pada diri seseorang.

 

Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, psikotes lebih marak digunakan untuk mencari karir, mulai dari perencanaan karir hingga lamaran kerja. Kamu akan melewati tahap wawancara, observasi, dan penilaian tertulis.

 

Psikotes yang melibatkan penggunaan tes secara formal seperti mengisi kuesioner sering digambarkan sebagai tes ‘referensi norma’. Itu berarti tes telah distandarisasi dan evaluasi oleh para peneliti, dan terbukti efektif untuk mengukur sifat atau kelainan tertentu, sehingga peserta dapat dievaluasi dengan cara yang sama, dimanapun mereka tinggal, atau siapa yang menyelenggarakan tes tersebut. Ini berguna untuk menentukan apakah seseorang akan menjadi manajer yang baik, atau seberapa baik mereka dapat bekerja dalam tim.

 

Psikotes bukan seperti ujian yang perlu dipelajari, atau diharuskan untuk belajar sebelum tes berlangsung guna mendapatkan hasil yang terbaik. Psikotes harus dijawab secara spontan untuk mengetahui hasil terbaik dari diri seseorang.

 

Faktanya, berlatih sebelum psikotes berlangsung akan menjadi bumerang, karena jawaban yang dihasilkan akan terlihat tidak konsisten, dan membuat seseorang tampak memiliki lebih banyak masalah daripada yang sebenarnya dilakukan.

 

Belajar sebelum psikotes akan menjadi bumerang untuk diri sendiri.

 

Biasanya, perusahaan akan menggunakan platform psikotes khusus untuk menguji para kandidat, seperti Dreamtalent. Jadi jangan heran jika dalam proses lamaran, kamu dapat email untuk mengerjakan psikotes di website yang bekerja sama dengan perusahaan tujuan kamu.

Bagaimana cara kerja psikotes online?

Setiap perusahaan memiliki caranya sendiri untuk membuat psikotes online yang akan diberikan kepada calon karyawan yang telah lolos pada tahap screening CV atau interview HR.

 

Biasanya, perusahaan akan menggunakan platform psikotes khusus untuk menguji para kandidat, seperti Dreamtalent. Jadi jangan heran jika dalam proses lamaran, kamu dapat email untuk mengerjakan psikotes di website yang bekerja sama dengan perusahaan tujuan kamu.

 

Nantinya kamu akan diarahkan untuk membuat akun pada website Dreamtalent, kemudian kerjakan psikotes dari rumah (ringan dan gamified) tapi pastikan koneksi internet stabil, kemudian tunggu kabar untuk proses selanjutnya.

3 metode psikotes online

Dalam proses rekrutmen, biasanya ada 3 metode psikotes online yang digunakan para HR untuk mencari kandidat sesuai perusahaan. Selain itu, sering juga digunakan para user lain untuk menentukan karir dalam pengambilan jurusan kuliah yang akan mereka jalankan. 3 metode tersebut diantaranya:

Enneagram

Enneagram adalah sistem kepribadian yang memberikan wawasan yang akurat ke dalam pola berpikir, perasaan, dan perilaku otomatis seseorang. Masing-masing dari 9 jenis Enneagram memiliki seperangkat keyakinan dan motivasi mendasar yang berbeda yang menghasilkan 9 rangkaian kebiasaan pikiran dan emosi yang berbeda.

 

Karena Enneagram hadir lebih dulu daripada MBTI dan Big five, serta validitas yang dihasilkannya kurang akurat, maka Enneagram sudah hampir tidak digunakan dalam proses psikotes online.

MBTI

MBTI adalah singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator, ada 16 tipe kepribadian MBTI, masing-masing memiliki kekuatan, kelemahan, dan kecenderungannya sendiri. Tipe-tipe ini berbeda dalam 4 dimensi yang disebut fungsi kognitif. Setiap fungsi bersifat dikotomis dan memiliki dua kutub yang berlawanan.

 

Fungsi-fungsi tersebut adalah Extraversion atau kebalikannya Introversion, Sensing atau Intuition, Thinking atau Feeling, dan Judging atau Perceiving.

 

Hasil psikotes menggunakan metode MBTI berdasarkan dari 16 kemungkinan kombinasi fungsi kognitif yang ada, ini membuat hasil yang keluar susah mencapai titik akurat karena banyaknya kemungkinan, sehingga tidak memiliki daya prediksi, dan hasil yang tidak konsisten atau dapat berubah-ubah pada setiap tes yang dilakukan.

 

MBTI juga lahir sebelum adanya ilmu psikolog yang empirik, dan tidak didukung oleh penelitian yang valid, sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam program konseling karir.

 

Big Five

Big Five adalah model kepribadian berdasarkan sifat yang mengusulkan bahwa kepribadian manusia dapat diukur melalui 5 ciri kepribadian yang luas. Teori sifat yang berbeda dengan teori kepribadian, mengusulkan bahwa ciri-ciri adalah aspek kepribadian yang relatif stabil dari waktu ke waktu, dan situasi berbeda antar individu dan perilaku manusia.

 

Singkatnya, Big Five menunjukkan bahwa semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, usia, atau budaya, memiliki ciri-ciri kepribadian dasar yang sama, tetapi mereka berbeda dalam tingkat manifestasinya.

 

Ini yang membuat Big Five menjadi framework terbaik untuk menunjang psikotes online, karena berarti sifat-sifat diukur pada skala dari satu hal, ke kebalikannya, dan bahwa kita dapat duduk di titik manapun pada skala sifat tersebut.

 

Ada dua ukur yang menjadi indikator dalam psikotes yaitu validitas dan reliabilitas

Seberapa akurat hasil psikotes online?

Setiap alat ukur psikotes, baik secara online maupun offline memiliki dua indikator yang menentukan seberapa akurat pengukurannya. Dua indikator ini ialah validitas dan reliabilitas. Validitas adalah seberapa jauh suatu alat ukur dapat mengukur sesuatu yang diukur, sedangkan reliabilitas adalah seberapa konsisten hasil pengukuran yang dihasilkan alat ukur.

 

Diantara 3 metode psikotes yang sudah dijelaskan diatas, yaitu Enneagram, MBTI atau Big Five. Metode Big Five sangat jarang ditemukan, karena memiliki perangkat lunak yang lebih kompleks dan cenderung sulit, akan tetapi hasil yang didapat akan jauh lebih akurat daripada MBTI dan Enneagram itu sendiri.


Ingin coba psikotes online berbasis Big Five? Dreamtalent bisa jadi wadah kamu dalam menentukan pilihan karir yang tepat, atau sekedar ingin tahu seperti apa kepribadianmu yang sebenarnya.