Blog

Fresh Graduate & FOMO: 5 Kegiatan untuk Upgrade Diri

Pengembangan Diri - 13 Jan 2023 by Sefya Dian Pratiwi

Summary: Rasa takut tertinggal atau FOMO kerap kali dirasakan oleh fresh graduate saat proses mencari kerja. Karena seringnya membandingkan diri dengan orang lain di media sosial sehingga menjadi insecure dan gagal jika belum segera mendapatkan pekerjaan. Fokus untuk upgrade diri tentu menjadi solusi seperti mengikuti program internship dan pelatihan. 

Expectations: Kamu akan mendapatkan insight terkait bagaimana cara mengatasi FOMO fresh graduate serta beberapa rekomendasi kegiatan untuk upgrade kemampuan diri. 



Bagi para fresh graduate, hal yang membuat insecure di media sosial saat ini bukan lagi persoalan pamer harta, pacar, ataupun kecantikan. Tetapi update status pencapaian baru di Linkedin.

 

“I’m happy to share that I’m starting a new position as Graphic Designer Intern at...”

 

Tidak perlu menunggu momen wisuda, mahasiswa sudah mulai merasa bingung untuk mempersiapkan segala kebutuhan melamar kerja seperti CV dan portofolio. Dari bagaimana menyusun CV yang ATS friendly, portofolio yang menarik, hingga tips interview kerja

 

“Ih gila si A baru semester 4 udah keterima dong jadi intern di perusahaan B.”

“Harus ikut magang dimana ya biar dapet pengalam keren.”

“Wah, harus ikut apa lagi ya biar porto gue makin bagus.”

 

Seperti itulah kira-kira perasaan mahasiswa yang akan debut menjadi fresh graduate di dunia kerja. Rasa khawatir dan takut ketinggalan ketika melihat teman sebaya yang mulai mendapatkan pencapaian baru. Kecenderungan ini bisa disebut sebagai FOMO (fear of missing out). FOMO menjadi salah satu faktor penyebab stress, depresi, dan gangguan mental health bagi generasi Z saat ini.

Lantas, Apa Itu FOMO?

 

Menurut Natalie Christine Dattilo, Ph.D, seorang instruktur psikologi, FOMO adalah perasaan dan persepsi akan kehilangan atau ketinggalan yang memicu kecemasan dan perilaku kompulsif. Gejala FOMO (fear of missing out) diantaranya seperti memeriksa media sosial secara obsesif untuk melihat kehidupan orang lain, munculnya perasaan negatif saat membandingkan diri dengan hidup orang lain, merasa lelah, dan lain sebagainya. 

 

Ditinjau dari rentan usia, generasi muda jauh lebih berisiko mengalami FOMO. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya durasi screen time, kepekaan sosial, serta kebutuhan akan pengakuan sosial (social recognition). Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak mahasiswa maupun fresh graduate yang mengalami FOMO dengan dalih agar tidak ketinggalan tren. 

Fresh Graduate dan FOMO

 

Perasaan negatif yang timbul akibat FOMO berpotensi menyebabkan fresh graduate syndrome atau kondisi dimana setelah lulus kuliah, mahasiswa dihadapkan pada ketatnya persaingan dan ketidakpastian di dunia kerja. Fresh graduate akan merasa stress dan gagal ketika belum segera mendapatkan pekerjaan. Sehingga kamu akan merasa enggan dan sensitif ketika ditanya “Lagi sibuk apa?” atau “Kerja di mana sekarang?”

 

FOMO akan menempatkan jumlah pencapaian sebagai sebuah harga diri. Rasa bersalah dan ketidakpuasan diri sendiri menuntut fresh graduate untuk melakukan sesuatu yang lebih agar terlihat sibuk dan produktif. Terkadang hal ini justru mendorong kamu pada goals dan ekspektasi yang tidak realistis. Sehingga pekerjaan pun akan sulit didapat. 

 

Oleh sebab itu, bagi fresh graduate proses pencarian kerja menjadi salah satu fase terberat dalam hidup. Fase mempertanyakan eksistensi diri, kemampuan, serta harapan di masa depan. 

Cara Mengatasi FOMO

 

Fear of Missing Out atau FOMO dapat menyebabkan rasa stress dan ganguan mental health bagi generasi muda khususnya fresh graduate. Sulitnya proses mencari kerja serta kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain adalah penyebabnya. Oleh sebab itu, Dreamtalent menawarkan solusi berupa alat tes psikologi untuk mengenal diri lebih jauh dalam rangka mengatasi FOMO

 

Kunci utama untuk mengatasi FOMO bagi fresh graduate adalah fokus mengenali diri sepenuhnya. Tentu makna mengenal diri sepenuhnya adalah memahami diri sendiri apa adanya tanpa membandingkan dengan kehidupan orang lain. Social comparison hanya akan memberikan dampak buruk terhadap diri kita sendiri seperti timbulnya rasa stress dan tidak percaya diri (insecure).

 

Don’t compare yourself with anyone in this world. If you do so, you are insulting yourself.

- Bill Gates

 

Mengenal diri berkaitan erat dengan memahami lebih dalam tentang kelebihan dan kekurangan diri, mencari tahu minat atau passion, menentukan pilihan atau tujuan yang ingin dicapai, serta bidang apa saja yang dikuasai dan belum dikuasai. 

 

Zaman memang terus berkembang dan kebutuhan pun akan terus berubah. Mengikuti tren tentu tidak ada salahnya, asalkan memiliki self knowledge yang cukup serta fokus pada hal penting seperti upgrade diri. Buat kamu mahasiswa yang akan segera menjadi fresh graduate, berikut adalah rekomendasi kegiatan produktif untuk upgrade kemampuan diri sebagai bekal melamar kerja nanti. 

 

Upgrade diri penting bagi fresh graduate untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan agar terhindar dari FOMO. Dreamtalent dapat membantu fresh graduate untuk mengenal diri mereka demi menentukan karir masa depan.

5 Kegiatan untuk Upgrade Diri Agar Terhindar FOMO

1. Cari Magang (Internship)

 

Program internship menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi diri di dunia kerja. Mahasiswa dapat mengetahui pekerjaan apa saja yang sesuai dengan minat dan karakter kamu, sehingga tidak akan merasa bingung setelah lulus kuliah. Mahasiswa juga dapat mempraktekkan secara langsung materi yang sudah diajarkan di kampus. Program internship menjadi salah satu solusi untuk mengatasi skill gap antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri atau perusahaan. 

 

Melalui program internship, mahasiswa akan memiliki gambaran terkait sistem kerja perusahaan. Oleh sebab itu, penting bagi mahasiswa untuk menyempatkan diri mengikuti program internship dengan sederet manfaatnya. Selain menambah relasi di kalangan profesional, tentu pengalaman internship akan menambah value pada CV fresh graduate. Hasil tugas internship akan dapat digunakan sebagai bukti pengalaman atau portofolio yang sering dibutuhkan oleh HR. 

2. Ikut Pelatihan (Bootcamp)

 

Perkembangan era industri digital menuntut para calon pekerja untuk mendapatkan skill tertentu. Oleh sebab itu, program pelatihan (bootcamp) menjadi strategi untuk meningkatkan kemampuan praktikal dalam menghadapi persaingan dunia kerja. 

 

Program ini akan mengembangkan kesempatan karier bagi fresh graduate. Kamu akan mendapatkan pengalaman sertifikasi serta membangun portofolio untuk meningkatkan kredibilitas sebagai calon pekerja. 

3. Jadi Volunteer Kegiatan Sosial

 

Selain hard skill, soft skill juga penting untuk dimiliki oleh fresh graduate agar dapat bersaing di dunia kerja. Dengan menjadi volunteer dalam kegiatan sosial masyarakat, kamu dapat memupuk rasa simpati, kepekaan sosial, serta mengasah kemampuan komunikasi dan kolaborasi yang tentu akan berbeda dari pengalaman perkuliahan.

 

Mengikuti kegiatan sosial sebagai volunteer juga menjadi personal branding kamu di CV yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para rekuriter. Pengalaman ini secara tidak langsung menunjukkan jiwa compassionate atau dedikasi kamu terhadap lingkungan sekitar. 

 

4. Gabung Komunitas (Organisasi)

 

Bergabung bersama komunitas atau organisasi tertentu akan memperkaya relasi yang dapat menambah wawasan terkait dunia kerja. Komunitas menjadi wadah bagi fresh graduate untuk dapat berbagi ilmu dan pengalaman. Anggota komunitas yang beragam akan mendatangkan perspektif baru serta kesempatan untuk membiasakan diri berkolaborasi dengan orang berbeda.  

5. Ikut Seminar/Webinar

 

Dengan mengikuti acara seminar atau webinar, fresh graduate dapat memantau perkembangan industri dari profesional atau praktisi terkait. Wawasan yang akan membantu fresh graduate dalam menyesuaikan segala kebutuhan dan persiapan sebagai calon pekerja di sebuah perusahaan. Selain itu, kegiatan webinar menjadi kesempatan untuk sharing dan berdiskusi dengan pakar ternama. 

Dari FOMO ke JOMO

Dengan fokus upgrade diri, secara tidak langsung akan membuat kamu merasa cukup dengan diri sendiri tanpa harus membandingkan dengan pencapaian orang lain. Ini namanya adalah JOMO atau Joy of Missing Out lawan dari FOMO (Fear of Missing Out). Walau mau jadi JOMO memang susah dan butuh konsistensi, tapi tenang Dreamtalent bisa jadi solusinya. Tes psikologi ini akan membantu kamu buat ngenalin diri lebih jauh dan tentunya menemukan jalan karier di masa depan.

Related Blog

Fuji Ulya Nurrahmi - 23 Nov 2021
Andhika Pramudya - 11 Oct 2022