Blog

Berbeda Pendapat Itu Baik Untuk Tim Anda

- 15 Jul 2021 by Yehezkiel Faoma Taslim

Seberapa sering Anda menahan opini karena tidak ingin membuat konflik? Mungkin Anda merasa ada kekurangan di dalam ide yang diutarakan rekan saat meeting, tapi tidak mengatakan apa-apa karena tidak ingin menjadi “pembuat masalah”. Pernah berada di sana?

Perselisihan itu sulit, dan terlalu sering dilihat sebagai tidak sopan atau membuat masalah ketika menantang perkataan orang lain.

Kenyataannya, perselisihan atau perbedaan pendapat adalah hal yang normal dalam hubungan yang sehat, termasuk dalam pekerjaan, dan tidak “jahat” seperti dikira. Ini harus terjadi agar Anda dan tim mampu berkembang dan membuat hasil yang lebih baik.

Bahkan, sebuah tim yang tidak pernah berselisih adalah pertanda buruk.

Yang Anda inginkan dalam tim adalah untuk semua anggota memberi feedback dengan perspektif yang berbeda, untuk menunjukkan kekurangan di dalam rencana dan produk sebelum keluar dari ruang meeting. Namun untuk mendapatkan semua ini, perselisihan harus terjadi.

Bagaimana perselisihan dapat bermanfaat bagi tim Anda, dan bagaimana caranya berbeda pendapat dengan benar?

Mengapa perselisihan pendapat itu baik untuk tim

Hasil kerja yang lebih baik

Co-founder Pixar pernah berkata bahwa “lebih baik mendengar kritik dari tim sekarang, dibanding dari pelanggan nanti”. Walaupun terasa pedas mendengar film nya dikritik habis-habisan oleh tim, Pixar memahami bahwa kritik dan perbedaan pendapat adalah keharusan untuk membuat film yang baik.

Perbedaan pendapat mendorong tim Anda untuk membuat solusi yang lebih baik dan memperbaiki kekurangan dalam ide yang ada. Lagipula, semua orang dalam tim bekerja menuju tujuan bersama, dan yang berbeda hanyalah sudut pandang akan jalan menujunya.

Melalui perbedaan pendapat, Anda akan dipaksa untuk melihat kesalahan dalam ide, mempertimbangkan alternatif yang lebih baik, dan bahkan membuat solusi yang lebih kreatif setelah mendengar argumen dari sisi lain. Perselisihan ini memungkinkan tim untuk terus meningkatkan dan menyempurnakan proyek yang dikerjakan.

Perkembangan diri dan pembelajaran

Selain dalam proyek, perselisihan pendapat membantu Anda melihat kekurangan dalam ide yang Anda miliki, dalam cara bekerja, maupun jalan pikiran. Ketika Anda menyadari di mana kesalahan atau kekurangan terletak, Anda akan tahu apa yang dibutuhkan untuk berkembang secara pribadi dan profesional.

Sebagai team leader, Anda akan tahu apa yang kurang dari anggota tim Anda dan cara mengatasinya.

Dan setelah perselisihan berakhir, kedua sisi akan mempelajari hal baru, mungkin cara atau solusi yang lebih baik yang belum diketahui sebelum bertemu dengan opini yang berbeda.

Mempererat hubungan tim

Tidak jarang terjadi bahwa orang-orang menjadi jauh lebih dekat setelah bertengkar (bukan artinya perbedaan pendapat selalu sama dengan pertengkaran).

Ketika dilakukan dengan benar, perselisihan pendapat akan mengajari tim Anda untuk berempati: memahami sudut pandang orang lain.

Perbedaan pendapat adalah kesempatan untuk memberi sinyal bahwa di dalam tim ini, tidak, apa-apa untuk mengutarakan opini dengan jujur, untuk menjadi terbuka. Ini membangun psychological safety di dalam tim, yang merupakan faktor penting dalam membuat lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Membangun psychological safety

Psychological safety ada ketika kita dapat merasa aman untuk menjadi rentan: ketika mengutarakan opini, menjadi terbuka dan jujur, mengakui kesalahan, contohnya.

Saat perselisihan dilakukan secara baik-baik dan objektif, tim Anda akan mulai terbiasa bahwa berbeda pendapat dan menerima kritik konstruktif itu tidak apa-apa.

Dengan psychological safety, tim Anda semakin sukses dan berkembang. Stres berkurang, relasi interpersonal semakin diperkuat, dan yang paling pentingnya, setiap anggota akan merasa berani untuk memberi feedback yang jujur, yang termasuk pendapat yang berselisih, dan memungkinkan tim untuk menjadi lebih baik.

Cara berselisih pendapat dengan baik

Fokus pada tujuan utama

Ingin menjadi disukai semua orang, atau ingin menjaga harmoni, merupakan hambatan utama untuk menjadi terbuka pada perbedaan pendapat. Namun itu bukanlah tujuan dari tim.

Tujuan yang ingin dicapai oleh tim Anda adalah untuk mengeksekusi proyek ini dengan sesukses mungkin. Dan untuk melakukannya, perselisihan pendapat harus terjadi untuk membuka sudut pandang baru, menemukan kekurangan, dan terus berkembang.

Tim yang tidak pernah berselisih secara terbuka adalah tim yang tidak sehat. “Harmoni” yang dilihat hanyalah dari luar, dan kemungkinan besar ada tension yang menunggu untuk meledak. Perselisihan pendapat, ketika dilakukan dengan benar, adalah hal yang penting untuk stabilitas jangka panjang sebuah tim.

Berempati

Empati adalah kemampuan untuk memahami sudut pandang orang lain. Ketika Anda dapat mengerti sudut pandang dan cara berpikir orang lain, akan lebih mudah untuk melihat perselisihan sebagai perbedaan opini dalam menuju tujuan yang sama.

Lawan bicara Anda tidak ingin menghancurkan usaha Anda, namun dia hanya percaya bahwa ada cara lebih baik untuk mencapai apa yang Anda coba lakukan.

Dengan mampu berempati dan memahami perspektif berbeda, perselisihan akan menjadi lebih objektif dan produktif.

Bersikap hormat

Perbedaan pendapat tidak harus menjadi panas jika Anda memimpin tim untuk menghormati sesama dan opini satu sama lain.

Gunakan nada dan pilihan kata yang sopan dan objektif saat berbeda pendapat dengan sesama anggota tim.

Daripada berkata “kamu salah” atau “ide itu bodoh”, berikan dia kesempatan untuk menjelaskan diri. Tanya “kenapa”: kenapa memilih ide itu, atau kenapa memilih metode itu? Setelah dia menjelaskan alasannya, Anda akan memahami sudut pandangnya, dan ini memberi kesempatan untuk memberi feedback dengan adil.

Berselisih pendapat itu tidak jahat

Pada intinya, perselisihan pendapat hanya bertujuan untuk mencari solusi yang terbaik di antara pandangan yang berbeda, untuk mendapatkan hasil yang terbaik bagi seluruh tim.

Tim Anda tidak seharusnya menginginkan perselisihan yang tidak terjadi sama sekali (dimana orang-orang mungkin terlalu takut atau tidak peduli) atau selalu berselisih setiap saat (di dalam lingkungan yang toxic), namun ketika dibutuhkan, dan secara sopan dan baik-baik.

Perselisihan memang harus terjadi, tetapi tidak harus selalu menyakitkan. Ini dapat menjadi pengalaman pembelajaran bagi Anda dan tim, dan kunci untuk terus berkembang dan sukses.