Blog

Melawan Diskriminasi di Lingkungan Kerja

Tempat Kerja - 25 Mar 2022 by Andi Annisa Mara Bintang

Summary. Diskriminasi bukan hal yang baru, tetapi bukan berarti hal tersebut bisa menjadi alasan untuk mentoleransi hal tersebut. Tidak ada efek positif yang datang dari hal ini, melainkan hanya hal negatif. Baik kamu adalah korban atau hanya saksi dalam kasus ini, kamu harus tahu apa yang kamu harus lakukan agar tindakan ini tidak terjadi lagi di lingkungan kerja.

Expectations. Setelah membaca artikel ini, kamu akan mengetahui dampak dari tindakan diskriminatif dan bagaimana cara melawannya.

 

Sayangnya, diskriminasi di lingkungan kerja bukan hal yang baru. Diskriminasi terjadi saat seseorang atau suatu kelompok diperlakukan dengan cara yang tidak adil dan setara oleh individu atau kelompok lain karena karakteristik tertentu. Karakteristik yang dimaksud adalah SARA, identitas gender, usia, disabilitas, orientasi seksual, dan asal kewarganegaraan. Hal ini bisa dilakukan oleh dan kepada siapa saja, baik sesama rekan kerja, atasan dan staff, atau bahkan para pelamar kerja. Baik disengaja atau tidak, tindakan diskriminatif merupakan hal ilegal.

Kumpulan telur yang menjadi perumpamaan diskriminasi di tempat kerja.

Diskriminasi vs Pelecehan di lingkungan kerja

Sebelum membahas perbedaan keduanya, alangkah baiknya kalau kamu mengetahui perbedaan keduanya terlebih dahulu. Diskriminasi adalah hal yang telah dijelaskan di atas. Sementara, pelecehan adalah perbuatan yang dilakukan untuk menimbulkan perasaan terintimidasi atau terhina terhadap orang atau kelompok lain hanya karena perbedaan SARA, identitas gender, usia, disabilitas, orientasi seksual, dan asal kewarganegaraan.

Efek dari Tindakan Diskriminatif di Lingkungan Kerja

Terdapat beberapa efek dari tindakan diskriminatif di lingkungan kerja, antara lain:

Masalah Kesehatan Mental

Perlakuan tidak adil yang didapatkan dapat berakibat pada naiknya tingkat stres, dan jika tingkat stres yang dimiliki sudah terbilang cukup tinggi, maka resep dokter untuk mengatasi efek ini bisa menjadi hal yang diperlukan. Perlakuan diskriminatif yang diterima akan menyebabkan kamu mulai bertanya-tanya apakah kamu pantas untuk bekerja di tempat kamu yang sekarang, dan juga mulai meragukan diri kamu sendiri.

Kecanggungan antara Teman Kerja

Saat kamu menjadi korban dari tindakan diskriminatif, kamu akan merasa susah untuk berinteraksi dengan karyawan lain, meskipun karyawan lain tersebut bukan pelaku dari tindakan diskriminatif. Hal ini mengakibatkan kamu atau siapa pun yang menjadi korban tindakan diskriminatif tidak bisa memiliki interaksi yang hangat dan ceria dengan sesama teman kerja, atau tidak menutup kemungkinan kalau kamu bahkan tidak bisa bertukar senyum dengan teman kerja kamu.

Penurunan Moral

Hal ini juga merupakan salah satu efek negatif dari tindakan diskriminatif di lingkungan kerja. Saat kamu merasa tidak diperlakukan secara adil dan setara, kamu mungkin merasa marah pada pihak yang diuntungkan dari perlakuan diskriminatif ini. Apa yang kamu rasakan ini bisa mempengaruhi kualitas kamu dalam bekerja, yang juga dapat mempengaruhi kualitas produktivitas di lingkungan kerja secara keseluruhan.

Melawan Diskriminasi di lingkungan kerja

Lalu, hal apa yang kamu harus lakukan untuk melawan diskriminasi di lingkungan kerja?

Lakukan dengan Profesional

Dua orang rekan kerja menyelesaikan masalah diskriminatif di lingkungan kerja secara profesional.

Pahami bahwa masalah ini dapat membuat kamu menjadi emosional. Tetapi, kamu masih harus mengingat bahwa masalah diskriminasi di lingkungan kerja hanya bisa diselesaikan dengan secara profesional dan tanpa basa-basi. Jika kamu tidak bisa melakukannya, kamu bisa meminta bantuan hukum untuk menyampaikan pendapatmu.

Catat Kejadian yang Dialami

Seorang rekan kerja menunjukkan bukti tertulis atas tindakan diskriminatif di lingkungan kerja

Tulis kejadian yang kamu alami secara rinci untuk berjaga-jaga kalau masalah yang kamu alami harus diproses di meja hijau. Hal-hal kecil yang patut kamu tulis, antara lain: kapan kejadian berlangsung, di mana kejadian berlangsung, siapa saja saksi yang ada saat kejadian berlangsung, dan apa saja yang dilakukan saat kejadian berlangsung.

Jika ini berlangsung secara tertulis, seperti: email, surat, dokumen, foto, dan lainnya, simpan barang bukti tersebut untuk dokumen kamu. Dokumen yang sudah kamu kumpulkan akan membantu kamu saat melaporkan tindakan diskriminatif tersebut. Bahkan, ketika masalah sudah “selesai”, pelaku tindakan diskriminatif tidak boleh melakukan hal apapun yang membuat kamu merasa terancam, terhina, dan tidak aman.

Laporkan Secara Tertulis

Seorang karyawan menyerahkan bukti secara tertulis atas perlakuan diskriminatif di lingkungan kerja

Pihak kantor akan cenderung menganggap tindakan diskriminatif yang kamu dapatkan lebih serius jika kamu membuat laporan secara tertulis. Pastikan bahwa apa yang kamu tulis di laporan kamu 100% benar, tidak dilebihkan ataupun dikurangkan. Jika apa yang kamu tulis merupakan hal yang salah atau tidak benar, bisa-bisa kamu yang dikenakan oleh sanksi dari lingkungan kerja kamu.

Jangan Segan Minta Dukungan

Seseorang meminta bantuan pasangannya dalam menghadapi tindakan diskriminatif di lingkungan kerja.

Jika kamu adalah korban dari tindakan diskriminatif di lingkungan kerja, maka sebaiknya kamu segera meminta bantuan kepada pihak HR, work spouse, atau bahkan teman, dan keluarga, pastikan bahwa kamu membicarakan hal ini dengan orang lain untuk membantumu menghadapi masalah ini. Membicarakan hal ini dengan orang lain juga bisa membantumu untuk mendapatkan perspektif baru dalam menyelesaikan masalah yang sedang kamu alami.

Jangan Diam Saja

Jika kamu melihat kejadian diskriminatif di sekitar kamu, baik kamu menjadi korban atau hanya saksi, kamu harus bertindak secara cepat dan tegas. Meskipun hal ini bisa menjadi hal yang menakutkan dan menyeramkan, beranikan diri untuk speak up agar kejadian ini tidak terulang lagi. Jika masalah sudah selesai, jangan lupa untuk tetap menjaga batasan dengan teman kerja kamu agar dunia personal dan profesional kamu tidak terganggu, dan lingkungan kerja tidak berubah menjadi lingkungan kerja yang toxic.

Related Blog

Andi Annisa Mara Bintang - 04 Mar 2022
Aurellia Candraningtyas - 02 Apr 2022