Blog

Mengenal Human Capital, Aset Penting Sebuah Perusahaan

Tempat Kerja - 23 Sep 2022 by Andhika Pramudya

Expectations. Karyawan Anda banyak yang resign dari perusahaan secara tiba-tiba. Kok bisa? Ini terjadi mungkin dikarenakan Anda kurang memperhatikan aspek human capital sehingga tidak dapat mengelola SDM perusahaan dengan baik. Maka dari itu, ketahui segala hal mengenai human capital baik itu manfaat dan kelebihannya, jenis dan modal human capital, dan tugas-tugas dari sebuah HCM (Human Capital Management).

Summary. Setelah membaca artikel ini, Anda akan memahami apa itu human capital secara komprehensif sehingga dapat diterapkan pada perusahaan Anda dengan baik dan tepat.

 

“Duh, udah 2 tahun kerja tapi kok gak merasa berkembang di sini ya?”

“Gimana cara ngerjain tugas ini? Udah minta saran dan masukan tapi diabaikan saja sama atasan…”

“Hmm… udah ngasih banyak hasil ke perusahaan tapi gak ada feedback apa-apa, resign aja deh…”

dan lain-lain. Beberapa penggalan kalimat tersebut muncul dari karyawan yang merasa resah dengan kondisi yang terjadi di lingkungan kerja. Kok bisa terjadi?

Biasanya, hal ini dapat terjadi karena perusahaan dirasa abai dan gagal dalam mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh para karyawannya.  Selain itu, karyawan juga merasa jenuh dengan kondisinya yang merasa tidak berkembang dengan baik dalam menjalankan tugasnya. 

Pada dasarnya terdapat solusi yang tepat untuk menangani hal tersebut, yaitu memberikan fokus yang lebih pada sisi human capital karyawan. Lalu apa itu human capital?

Theodore W. Schultz mendefinisikan human capital sebagai kapasitas manusia untuk beradaptasi dalam situasi dan kondisi yang tidak seimbang. Dimana merupakan sebuah kemampuan seorang pekerja untuk menghadapi suatu tantangan atau hambatan dengan menemukan sebuah solusi yang tepat untuk menunjang kualitas produksi. Kemampuan tersebut juga dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan pembinaan.

Berikut hal-hal penting lainnya yang perlu diketahui oleh Anda sebagai praktisi HR mengenai human capital agar dapat mengelola karyawan Anda dengan baik dan tepat.

Pentingnya Human Capital

Modal manusia berperan penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja, menghasilkan layanan profesional, dan memberikan solusi yang tepat berdasarkan pengetahuan yang dimiliki  pekerja  perusahaan.

Modal manusia berperan penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja, menghasilkan layanan profesional, dan memberikan solusi yang tepat berdasarkan pengetahuan yang dimiliki  pekerja  perusahaan.

Oleh karena itu, human capital jelas merupakan aset berharga bagi perusahaan dengan karakteristik yang sulit digantikan oleh sumber daya lainnya. Pengelolaan sumber daya manusia sangat penting karena memainkan peran penting dalam inovasi dan pengembangan bisnis. 

 

“When people are your greatest asset, investments in human capital should be considered in the same way other companies might invest significantly in product R&D.” — Cathy Engelbert

 

Karyawan dengan human capital yang tinggi akan mampu memberikan layanan yang lebih konsisten dan berkualitas sehingga bisnis dapat mempertahankan pelanggan bahkan menarik pelanggan baru.  Konsumen potensial dapat menggunakan kualitas karyawan di perusahaan sebagai ukuran dalam memilih produk atau layanan yang tersedia di perusahaan.

Selain itu, terdapat manfaat-manfaat yang akan dirasakan secara langsung baik oleh karyawan maupun dari perusahaan itu sendiri. Manfaat-manfaat itu antara lain:

  • Meningkatkan kepuasan karyawan karena hasil kerjanya dihargai dengan baik melalui bentuk apresiasi yang adil

  • Mampu menganalisis kekurangan yang dimiliki oleh karyawan kemudian membantunya untuk dapat mengembangkan keterampilannya

  • Meningkatkan employee engagement serta menurunkan employee turnover

  • Meningkatkan ROI (return on investment) perusahaan melalui karyawan yang merasa nyaman pada lingkungan tempat kerjanya, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan mengembangkan keuntungan perusahaan.

Kelebihan HCM daripada HRM

Kelebihan yang paling terlihat terletak pada sudut pandangnya dalam melihat SDM, dimana HCM (Human Capital Management) melihat manusia sebagai modal  yang dimiliki perusahaan sebagai aset jangka panjang yang jika berkembang dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitasnya. 

Hal ini cukup berbeda dengan HRM (Human Resources Management) yang umumnya hanya melihat SDM perusahaan sebagai sumber tenaga untuk mencapai tujuan perusahaan dan sewaktu-waktu dapat habis baik waktu maupun tenaganya.

Untuk lebih jelasnya terkait perbedaan antara HCM dan dan HRM 

Perbedaan udut pandang dapat terlihat bahwa HCM memandang karyawan sebagai aset yang dapat ditingkatkan dan mengembangkan keuntungan perusahaan, sedangkan HRM memandang karyawan sebagai sumber tenaga yang punya batas waktu.
Perbedaan selanjutnya dapat terlihat dari fokus HCM dimana pembinaan dan pelatihan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh karyawan, sehingga dapat meningkatkan kapabilitasnya dalam mengemban tugas-tugasnya. Adapun HRM memastikan segala fasilitas dan kebutuhan yang diperlukan karyawan terpenuhi dengan baik agar dalam memenuhi tugas-tugasnya dengan tepat.
Terakhir, dari indikator ukuran, HCM berfokus pada hasil pengembangan yang telah dilalui karyawan dalam menjalankan perannya dalam meningkatkan value perusahaan, sedangkan HRM memberikan penilaian melalui hasil performa kerja yang telah diberikan karyawan pada keuntungan perusahaan.

Jenis-jenis Human Capital

Terdapat general human capital, strategic human capital, industry human capital, relationship human capital, company specific human capital

Human capital merupakan bidang yang masih luas cakupannya, masih terdapat jenis-jenis human capital yang terbagi menurut fokus kemampuan dan keahliannya.

1. General Human Capital Management

General HCM merupakan jenis yang biasa dimiliki oleh jabatan pada level tertinggi. Fokus yang dimiliki posisi meliputi pengambil keputusan, manajerial, dan kepemimpinan. Oleh karena itu kemampuan yang dimiliki oleh seorang general HCM harus bersifat generalis sehingga mampu mengetahui seluk beluk pekerjaan seluruh divisi yang dinaunginya.

2. Strategic Human Capital

Seperti namanya, jenis ini memiliki kemampuan yang tinggi pada bidang strategis yang dapat berkembang melalui pengalaman dalam menghadapi situasi atau kondisi tertentu.

Mereka harus dapat mengatasi berbagai permasalahan melalui solusi-solusi yang mereka kembangkan secara komprehensif dan efektif. Maka dari itu, jenis ini sangat dibutuhkan pada suatu perusahaan agar dapat beradaptasi dengan kondisi yang cepat berubah dan tidak bisa diprediksi. Contohnya kondisi pandemi yang melanda sejak 2020 ini.

3. Industry Human Capital

Human capital industri memiliki pandangan yang secara khusus pada salah satu bidang industri tertentu. Contohnya, seluruh pengetahuan yang berkaitan pada industri pesawat terbang, industri food & beverages, industri digital agency, dan lain sebagainya. 

Dikarenakan hanya mengkhususkan pada suatu industri tertentu, human capital ini diharapkan dalam memiliki pengetahuan secara luas yang berkaitan pada industri tersebut, baik pada aspek teknisnya, regulasi dan kebijakan yang mempengaruhinya, maupun peluang dari keberadaan industri tersebut.

4. Relationship Human Capital

Salah satu aspek yang paling dikembangkan pada jenis ini yaitu kemampuan dalam berkomunikasi. Banyak pekerjaan yang memerlukan komunikasi yang baik agar dapat mengemban tanggung jawabnya dengan efektif dan efisien.

Selain itu, karyawan yang mempunyai tingkat kemampuan komunikasi yang tinggi dapat dengan mudah beradaptasi pada lingkungan kerja yang baru, berinteraksi dengan sesama karyawan, dan mencapai objektif pekerjaan mereka dengan baik.

5. Company Specific Human Capital

Jenis ini cukup unik karena berkaitan dengan kebijakan dan budaya kerja dalam suatu perusahaan. Oleh karena itu, karyawan diharapkan dapat beradaptasi dengan baik pada segala kebijakan, ketentuan, dan budaya perusahaan yang diterapkan agar dapat mencapai visi dan misi perusahaan serta mengembangkan perusahaan lebih baik di masa depan. 

3 Modal Human Capital

Dalam melakukan pengukuran atau penilaian terhadap tingkat investasi perusahaan terhadap SDM yang dimilikinya, terdapat beberapa modal manusia yang menjadi pengukurannya. Yaitu modal sosial, modal budaya, dan modal intelektual.

Dalam melakukan pengukuran atau penilaian terhadap tingkat investasi perusahaan terhadap SDM yang dimilikinya, terdapat beberapa modal manusia yang menjadi pengukurannya. Yaitu modal sosial, modal budaya, dan modal intelektual.

Social Capital (Modal Sosial)

Social capital merupakan human capital yang mencakup sebuah hubungan sosial yang saling menguntungkan dalam setiap perkembangan zaman, seperti misalnya goodwill perusahaan, pengenalan brand, elemen kunci dari pemasaran secara psikologis sensorik.

Modal ini sedikit berbeda dibandingkan aset manusia, karena seperti karisma dan ketenaran, yang masih tidak dapat diajarkan pada orang lain walaupun melalui keterampilan dan pengetahuan yang diberikan

Cultural Capital (Modal Budaya)

Cultural capital adalah modal gabungan antara pengetahuan dan kemampuan intelektual yang memberikan kemampuan untuk mencapai sistem atau struktur manusia yang lebih tinggi. Semakin tinggi posisinya maka akan semakin besar manfaat yang akan diberikan.

Modal budaya dapat ditingkatkan oleh siapapun, tergantung bagaimana mereka berusaha untuk mencapainya. Berbagai pendidikan, pelatihan khusus, bakat yang dimiliki, serta proses pengembangan diri merupakan metode yang dapat diterapkan untuk membangun cultural capital

Intellectual Capital (Modal Intelektual)

Modal intelektual merupakan suatu konsep yang tidak berwujud. Contoh-contoh yang dihasilkan oleh modal ini yaitu ide dan gagasan pikiran, penemuan-penemuan, dan karya seni. Namun, modal ini memiliki kekuatan yang lebih kuat dibandingkan modal-modal lain karena dapat memberikan keunggulan secara kompetitif.

Modal ini akan terus tertanam pada perusahaan tempat karyawan bekerja. Sebab produk yang dihasilkan dari modal ini akan dilindungi oleh hak cipta, paten, dan perjanjian non-disclosure yang ditandatangani oleh karyawan.

Tugas & Tanggungjawab HCM

Tugas dan tanggungjawab dari human capital management hampir mirip dengan tugas yang diemban oleh human resource development. Akan tetapi, secara garis besar peran hcm lebih dalam dan lebih kompleks.

Tugas dan tanggungjawab dari human capital management hampir mirip dengan tugas yang diemban oleh human resource development. Akan tetapi, secara garis besar peran HCM lebih dalam dan lebih kompleks. Berikut beberapa tugas dan tanggungjawab sebuah HCM di sebuah perusahaan:

Training and Development

Karyawan yang telah diterima oleh perusahaan akan menjalankan beberapa training yang dapat membantu mengenal dan beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan. Selain budaya kerja, karyawan juga dapat mengenal dan mengetahui rekan kerja yang akan menjadi anggota tim.

Selain pelatihan bagi karyawan baru, pengembangan dan pembinaan akan terus dilaksanakan selama karyawan bekerja di dalam perusahaan. Tujuannya adalah agar karyawan dapat terus meningkatkan keterampilan dan kemampuan sehingga dapat mengembangkan perusahaan.

Mempertahankan Karyawan

Selain merekrut dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh karyawan, human capital juga mempunyai peran dalam mempertahankannya (retention). Hal ini penting terlebih jika karyawan tersebut mempunyai performa yang tinggi sehingga menjadi aset penting dalam perusahaan. 

Biasanya dalam mempertahankan seorang karyawan dapat dilakukan dengan memberikan bentuk benefit & reward semasa kerja dan bentuk apresiasi lainnya adalah dengan memperpanjang kontraknya dengan meningkatkan tunjangan sesuai performa yang mereka berikan.

Manajemen Kinerja Karyawan

Terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi tingkat produktivitas karyawan ketika menjalankan tugasnya. Aspek seperti beban kerja, pendistribusian tugas, dan indikator performa kerja memberikan pengaruh yang paling besar. 

Oleh karena itu, human capital mempunyai tugas dalam mengatur regulasi-regulasi penting yang berkaitan dengan aspek ini. Beberapa hasil keputusan penting nantinya dapat berpengaruh ke sistem kerja seperti adanya 

penambahan karyawan, atau menambah jam kerja karyawan hingga lembur. Hal itu merupakan tugas human capital untuk menemukan solusi yang paling tepat.

Rekrutmen

Peran utama human capital pada dasarnya adalah meningkatkan performa sumber daya manusia perusahaan. Salah satu tugas yang dapat meningkatkan aspek tersebut adalah dengan melakukan rekrutmen karyawan. Mulai dari membuat dan menyebarkan lowongan kerja yang menarik, menyaring CV atau resume kandidat, mengontak kandidat, hingga bertanggung jawab dalam proses HR dan user interview

Selain merekrut karyawan jika terdapat posisi yang kosong, human capital juga merekrut calon-calon karyawan yang memiliki potensi lebih untuk dapat menempatkan posisi dengan jabatan tinggi di perusahaan, atau lebih tepatnya dikenal sebagai talent acquisition

Proses rekrutmen ini cukup penting karena dapat meningkatkan kualitas serta daya saing perusahaan. Oleh karena itu, human capital harus memiliki keterampilan yang tinggi dalam menemukan seorang kandidat yang tepat sesuai dengan budaya kerja dan tingkat kualitas yang diinginkan perusahaan.

Tools yang Dapat Membantu Proses Rekrutmen

Agar proses rekrutmen dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuannya, diperlukan sebuah alat yang dapat mendukung praktisi HR dalam menemukan kandidat yang tepat.

Oleh karena itu, tes psikometri yang terdapat pada Dreamtalent dapat menjadi solusi untuk menemukan kandidat dengan kualitas yang sesuai dengan perusahaan karena bisa mengetahui kepribadian, skill, dan potensi yang dimiliki oleh calon kandidat. Mempermudah perusahaan untuk menemukan karyawan dengan potensi dan kualitas yang tinggi sehingga dapat berinvestasi pada modal manusia dengan tepat dan dalam jangka panjang.

Related Blog

Andi Annisa Mara Bintang & Aurellia Candraningtyas - 27 May 2022
Yehezkiel Faoma Taslim - 10 Jan 2020
Aurellia Candraningtyas - 09 Mar 2022