Blog

Seberapa Penting Membangun Relasi Dengan Rekan Kerja?

Tempat Kerja - 13 Sep 2022 by Nabila Bila

Summary. Kamu harus tahu bahwa ada banyak keuntungan yang didapat dari membangun relasi dengan rekan kerja, seperti meningkatkan skill team-work, membangun budaya positif, dan meningkatkan produktifitas. Tips membangun chemistry dengan baik juga mudah, kamu bisa mulai dari perkenalkan diri lebih dulu, empati dan bersikap ramah, serta percaya diri, dan apa adanya.

Expectations. Setelah membaca artikel ini, dapat mengetahui jawaban atas semua pertanyaanmu mengenai relasi rekan kerja.

 

Kalau sama rekan kerja ngomong seperlunya aja.

Hati-hati sama teman kantor, salah ngomong bisa jadi petaka.

Tembok kantor bisa dengar loh, jangan ngobrol sama temen kerja.

Kamu pasti sering dengar kalimat di atas, dan secara gak langsung membuatmu sedikit takut untuk membuat space bersama mereka, untuk sekedar basa-basi atau makan siang bareng. Padahal ruang lingkup kerja gak semenakutkan itu kok.

Kamu masih bisa membangun relasi, untuk sekedar di kantor atau partner hangout di hari libur. Memang akan ada aja orang toxic, tapi itu bukan berarti kamu harus menutup diri, apalagi jika rekan kerjamu sudah berusaha untuk membangun pertemanan.

 

Membangun relasi dengan rekan kerja dapat membangun hubungan profesional untuk jangka waktu yang panjang.

 

Pentingnya punya relasi dalam lingkup kerja

Manusia dikenal sebagai makhluk sosial, yang membutuhkan orang lain. Dalam ruang lingkup kasual maupun profesional, karena sejatinya manusia adalah individu yang membutuhkan dukungan, persahabatan, dan kebahagiaan.

Dan kita semua juga tahu, bahwa ruang lingkup profesional tidak hanya sekedar bekerja, mengerjakan suatu perintah dari pukul 9 pagi sampai 5 sore, selama 5 sampai 6 hari. Namun juga tentang terhubung satu sama lain untuk perkembangan individu maupun bisnis, sebab manusia butuh yang namanya berinteraksi antar sesama.

Keuntungan memiliki relasi di tempat kerja

Memiliki rekan kerja yang baik, tentu akan mendapatkan banyak manfaatnya. Seperti:

1. Meningkatkan skill teamwork

Adanya teamwork akan menciptakan suasana positif yang mendorong dan memotivasi satu sama lain, yang akan melahirkan berbagai sudut pandang, pengalaman, dan keterampilan.

 

Memiliki skill teamwork yang baik dapat membantu kamu memperkuat pada pengembangan pribadi yang menyeluruh, sehingga memungkinkan untuk terbiasa bekerja sama secara efektif dan efisien sebagai satu unit, sehingga kamu akan selalu lebih siap untuk tugas kolaboratif seperti proyek dan rapat.

 

Fyi, tidak semua orang bisa bekerja sama dalam satu tim.

 

Kenapa? karena bekerja sama dalam satu tim itu berarti mencampurkan jumlah isi kepala, yang mana masing-masing memiliki kekuatan, kelemahan, dan peran yang berbeda-beda.

2. Membangun budaya positif

Membangun budaya positif di tempat kerja dapat mempengaruhi perubahan secara lebih efektif, dan akan membuat kamu mampu bekerja secara produktif, inovatif dan progresif. 

 

Lingkungan budaya yang positif  artinya kemampuan kamu dalam mempercayai rekan kerja, dan perasaan bahwa kamu bisa mengandalkan mereka, atau sebaliknya serta adanya penerimaan dan pemahaman satu sama lain, juga peran kamu dalam relasi di tempat kerja menjadi suatu elemen yang penting.

 

Cara membangun budaya positif di lingkungan kerja bisa dimulai dengan skill teamwork yang kamu punya, kemudian membuat set goals bersama didasari dengan adanya penerimaan atas kritik, dan saran setiap individu secara transparan, guna perkembangan diri sendiri, dan juga perusahaan. Selain itu, juga adanya komunikasi dan saling bantu satu sama lain.

 

Membangun relasi bersama rekan kerja, akan meningkatkan produktifitas dan kepuasan dari hasil kinerja kamu

3. Meningkatkan produktivitas

WFH atau WFO, punya relasi dalam ruang lingkup kerja itu cukup penting. Apalagi kalau pekerjaanmu mengharuskan bekerja dalam tim. Karena membangun relasi bersama rekan kerja, akan meningkatkan produktivitas dan kepuasan dari hasil kinerja kamu.

 

Selain itu, membangun chemistry yang positif dengan rekan kerja sesama tim, atasan, maupun klien sangat berguna bagi kesuksesan kamu. Dengan begitu, kamu bisa berkolaborasi dan menyelesaikan tugas dengan baik, karena timbulnya rasa aman dan nyaman yang secara tidak langsung melahirkan ide-ide kreatif.

 

Dan juga, memiliki rekan kerja yang baik akan membuatmu merasa menikmati hari-hari kerja, serta melatih kamu dalam pengambilan keputusan. Kamu akan menghargai banyaknya perbedaan dari masing-masing pendapat, ini juga akan membuatmu jauh lebih berpikir terbuka.

Tips membangun chemistry dengan baik

Ekstrovert maupun introvert pastinya selalu punya struggle tersendiri dalam mulai membangun chemistry di lingkungan yang baru, apalagi dalam dunia profesional. Berikut yang bisa kamu lakukan untuk membangun relasi di ruang lingkup kerja, diantaranya:

1. Perkenalkan diri lebih dulu

Biasanya waktu masuk kerja pertama, atasanmu pasti akan memperkenalkanmu di hadapan rekan se-divisi atau satu kantor sekaligus, namun itu hanya bentuk formalitas atas penyambutan kamu.

 

Selanjutnya kamu yang harus mulai berinisiatif untuk interaksi lebih dulu. Tidak ada salahnya untuk dimulai dengan SKSD kok, kamu bisa mulai dengan basa-basi sederhana seperti bertanya letak toilet dimana.

 

Atau jika sistem kerjamu WFH, kamu bisa lebih dulu chat pribadi dengan memperkenalkan nama, divisi, dan bertanya atau diskusi singkat mengenai pekerjaan yang belum kamu pahami.

2. Berempati dan bersikap ramah

Semua orang gak peduli seperti apa tipe wajahmu, apakah kamu tipikal orang yang dari cover terlihat lembut, hangat, atau jutek sekalipun. Maka dari itu, usahakan untuk selalu memberikan kesan terbaik di awal pertemuan.

 

Perbanyak senyum, dan sapa akan membuatmu dikenal dengan sosok yang ramah. Kamu juga harus sedikit beri empati untuk membangun relasi yang baru, misalnya dengan menawarkan bantuan kecil pada rekan kerja, karena ini akan membangun personal branding yang baik tentang dirimu di hadapan mereka.

 

Beberapa pekerjaan ada korelasinya antara percaya diri dan kesuksesan atas pekerjaan kamu. Maka dari itu, kesuksesan di ruang lingkup kerja biasanya akan sulit didapat jika kamu tidak memiliki rasa percaya diri.

3. Percaya diri dan menjadi apa adanya

Beberapa pekerjaan ada korelasinya antara percaya diri dan kesuksesan atas pekerjaan kamu. Maka dari itu, kesuksesan di ruang lingkup kerja biasanya akan sulit didapat jika kamu tidak memiliki rasa percaya diri.

 

Kamu bisa berlatih dan belajar secara otodidak, seperti bagaimana cara memulai obrolan dengan orang baru, berbicara sendiri di depan kaca, dan mulai berani untuk melawan rasa takutmu untuk keluar dari zona nyaman.

 

Karena pada kenyataannya, ukuran manusia di dunia ini sangatlah kecil. Lakukan apa yang terbaik untuk dirimu, dan bersikap apa adanya. Maksudnya adalah bersikap dengan menunjukkan sisi paling terbaik yang ada pada dirimu, bukan tentang kamu yang harus berpura-pura menjadi orang lain untuk bisa diterima.

 

Karena yang terpenting dari membangun relasi adalah tentang kamu yang sudah punya batasan untuk diri sendiri, bukan jadi people pleaser yang gak enak untuk bilang tidak. Dan, gapapa kalau ternyata kamu ngerasa gak cocok setelah membangun sebuah relasi dalam lingkungan kerja, barangkali kamu hanya cocok dengan orang-orang yang kepribadiannya sama denganmu.

 

Maka dari itu, penting untuk kenali diri sejak dini agar dapat membentuk boundaries untuk diri kamu sendiri. Kamu bisa coba dengan mengerjakan psikotes kepribadian di Dreamtalent, dan  juga mendapatkan rekomendasi pekerjaan yang cocok denganmu.

Related Blog

System - 13 Dec 2019
Yehezkiel Faoma Taslim - 10 Jan 2020