Karyawan Resign Setelah THR? Ini Cara Atasinya
Tempat Kerja | 24 Mar 2023 | By Dreamtalent Blog Writer
Karyawan Resign Setelah THR? Ini Cara Atasinya

Summary: Resign setelah mendapatkan THR atau pergantian tahun adalah hal yang nampaknya sudah sangat sering terjadi. Saking seringnya terjadi, resign setelah mendapatkan THR sudah menjadi hal yang lumrah. Melalui artikel ini, Anda sebagai HR dapat mengetahui lebih dalam lagi mengenai fenomena yang sering terjadi menjelang Hari Raya. Anda juga dapat melakukan peningkatan-peningkatan program kerja serta memperhatikan kesejahteraan karyawan untuk mencegah terjadinya resign setelah THR.

 

Expectations: Setelah membaca artikel ini, Anda sebagai HR dapat mengetahui dan mengenal fenomena resign setelah mendapatkan THR lebih dalam lagi dan bagaimana cara mengatasinya

 

Para HR! Anda pasti pernah kan punya karyawan yang resign setelah dapat THR? Kayaknya kejadian resign setelah dapat THR udah jadi kejadian yang lumrah dan tidak sedikit karyawan yang melakukan. 

 

Tapi, memangnya boleh resign setelah dapat THR?

 

Pastinya semua hal yang berhubungan dengan dunia kerja diatur dalam peraturan yang berlaku. Dalam kejadian ini, sebenarnya ada atau tidak sih peraturan yang mengatur mengenai hak karyawan resign setelah mendapatkan THR.

 

Jawabannya adalah tentu saja ada. 

 

Resign Setelah Dapat THR, Ini Peraturannya!

 

Karyawan diperbolehkan untuk mengundurkan diri atau resign setelah menerima THR. Karena resign dan THR sudah menjadi hak karyawan, maka dari itu perusahaan tidak diperbolehkan untuk menolak permohonan resign dan juga meminta kembali THR yang sudah diberikan.

 

Kalau sudah mendekati dan menjelang Hari Raya, selain hari libur, hal yang pasti ditunggu-tunggu oleh semua karyawan adalah mendapatkan THR. Tapi, banyak karyawan menganggap bahwa turunnya THR sebagai waktu terbaik untuk mengundurkan diri. 

 

Karena hal tersebut, sering sekali muncul pertanyaan “Apa boleh resign setelah mendapat THR?” atau ada juga pertanyaan “Apakah perusahaan boleh meminta THR kembali jika karyawan resign?”. 

 

THR yang merupakan tunjangan yang diberikan perusahaan kepada karyawan menjelang Hari Raya adalah hak bagi para karyawan dan wajib diberikan oleh perusahaan. Resign juga merupakan hak seorang karyawan yang dimana Ia dapat mengambil keputusannya secara mandiri. 

 

Jadi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, karyawan boleh mengundurkan diri atau resign setelah menerima THR. Karena resign dan THR sudah menjadi hak karyawan, maka dari itu perusahaan tidak diperbolehkan untuk menolak permohonan resign dan juga meminta kembali THR yang sudah diberikan. 

 

Walaupun THR adalah hak bagi karyawan yang resign, tapi jika ada karyawan Anda yang mengundurkan diri atau resign menjelang Hari Raya, Anda perlu memperhatikan peraturan pemerintah yang berlaku. 

 

“Karyawan tetap dan mengalami pemutusan hubungan kerja sejak 30 hari sebelum Hari Raya keagamaan, berhak mendapatkan THR.”

 

- Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 6 Tahun 2016

 

Menurut peraturan di atas, karyawan Anda wajib untuk mengajukan pengunduran diri 30 hari sebelum Hari Raya. Jika karyawan Anda gagal untuk mengajukan diri 30 hari sebelum Hari Raya, maka karyawan Anda tidak berhak mendapatkan THR.

 

Apa Alasan Yang Menyebabkan Karyawan Resign?

 

Sebenarnya banyak alasan yang menjadi penyebab mengapa karyawan memutuskan untuk resign, terlebih lagi ketika menjelang Hari Raya atau pergantian tahun. 

 

Alasan yang paling umum digunakan adalah ingin menghabiskan waktu dengan keluarga, menemukan pekerjaan yang lebih baik, maupun ingin menetap di kampung. 

 

Namun, tidak sedikit juga karyawan yang resign dikarenakan ketidaksesuaian dengan lingkungan kerja. Contohnya seperti work-life balance yang tidak terbentuk, kurangnya apresiasi dari perusahaan, hingga kurangnya ruang untuk berkembang. 

 

Bagaimana Cara Mencegahnya? 

 

Sebagai HR, sudah menjadi tugas Anda untuk menangani hal-hal tersebut. Menangani banyaknya karyawan resign setelah THR dapat Anda lakukan dengan melakukan pencegahan dengan melakukan langkah-langkah berikut. 

 

1. Meningkatkan Kenyamanan Lingkungan Kerja

 

Tanpa Anda sadari, kenyamanan lingkungan kerja merupakan salah satu alasan mengapa karyawan memutuskan untuk mengundurkan diri. Kenyamanan lingkungan kerja ini tidak hanya semata-mata mengenai fasilitas yang disediakan, tetapi juga termasuk sikap sesama karyawan, hingga lingkungan kerja yang supportif.

 

Tanpa Anda sadari, kenyamanan lingkungan kerja merupakan salah satu alasan mengapa karyawan memutuskan untuk mengundurkan diri. Kenyamanan lingkungan kerja ini tidak hanya semata-mata mengenai fasilitas yang disediakan, tetapi juga termasuk sikap sesama karyawan, hingga lingkungan kerja yang suportif.

 

Anda dapat meningkatkan kenyamanan lingkungan kerja untuk karyawan Anda dengan menghadirkan lingkungan kerja yang inovatif, memberikan dukungan kepada karyawan, meningkatkan komunikasi dua arah, dan juga memberikan kebebasan bagi karyawan untuk berkembang. 

 

2. Meningkatkan Program Kesejahteraan Karyawan

 

Kesejahteraan karyawan merupakan cara yang bisa Anda terapkan untuk mencegah meningkatnya karyawan resign. Kesejahteraan karyawan ini adalah program yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan kesehatan karyawan, baik kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan sosial, dan juga kesehatan finansial. 

 

Anda dapat menerapkan program kesejahteraan karyawan ini dengan menyediakan layanan konseling, melakukan olahraga bersama secara rutin, ruang kerja open space, atau menyediakan program pinjaman dana darurat untuk karyawan. 

 

3. Memberikan Opsi Kerja Jarak Jauh

 

Pada saat ini, dimana teknologi sangat berkembang dengan pesat, rasanya sangat rugi jika Anda tidak memanfaatkan teknologi sepenuhnya. Cara ini dapat Anda lakukan untuk karyawan Anda yang memiliki kendala jarak. Seperti untuk karyawan-karyawan yang resign dengan maksud untuk menetap di kampung. 

 

Dengan opsi kerja jarak jauh atau remote working ini, kedua belah pihak sama-sama mendapatkan dampak positif. Karyawan tidak perlu kesulitan mencari pekerjaan dan perusahaan tidak kehilangan pekerjaanya. 

 

4. Melakukan Exit Interview

 

Jika memang karyawan Anda benar-benar ingin mengundurkan diri atau resign, hal yang Anda lakukan adalah untuk melakukan exit interview. Exit interview ini adalah wawancara yang dilakukan oleh HR atau perusahaan kepada karyawannya yang ingin mengundurkan diri atau resign.

 

Jika memang karyawan Anda benar-benar ingin mengundurkan diri atau resign, hal yang Anda lakukan adalah untuk melakukan exit interview. Exit interview ini adalah wawancara yang dilakukan oleh HR atau perusahaan kepada karyawannya yang ingin mengundurkan diri atau resign. 

 

Dengan melakukan exit interview ini, Anda sebagai HR jadi memahami alasan dibalik keputusan karyawan untuk mengundurkan diri atau resign. Anda juga dapat menjadikan alasan mereka sebagai pembelajaran untuk mencegah terjadinya resign dengan alasan yang sama. 

 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kesejahteraan karyawan serta kondisi lingkungan kerja sangat berpengaruh sebagai penyebab keinginan untuk mengundurkan diri. Maka dari itu, sebagai HR meningkatkan kesejahteraan karyawan dan menghadirkan lingkungan kerja yang positif menjadi pertimbangan yang memiliki pengaruh besar kepada karyawan Anda. 

 

Anda dapat mengetahui lebih lanjut mengenai kesejahteraan karyawan dan pembentukkan lingkungan kerja yang positif melalui The Ultimate 2023 HR Trends Guide

 

“Another year, another challenge”, begitulah kira-kira realita yang harus dihadapi perusahaan setiap tahunnya.

 

Selain alasan-alasan di atas, terdapat satu hal penting lagi yang menjadi alasan mengapa karyawan memutuskan untuk resign, yaitu keselarasan tujuan atau visi dan misi. Maka dari itu sebagai HR, Anda memiliki tugas yang berat dalam menentukan kandidat yang tepat yang memiliki tujuan yang sama dengan perusahaan sekaligus orang yang tepat juga untuk pekerjaannya. 

 

Oleh sebab itu, Anda juga perlu mengenali kepribadian karyawan Anda melalui tes psikometri seperti yang tersedia di Dreamtalent. Dengan mengetahui kepribadian karyawan Anda, hal tersebut dapat memudahkan Anda untuk menentukan apakah kandidat tersebut memiliki visi dan misi yang selaras dengan perusahaan.